Lahir di Cirebon pada bulan juni. Awal pengembaraan intelektualnya dimulai dengan belajar agama pada kedua orang tuanya. Setamat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, muiz melanjutkan study ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Lalu melanjukan ke pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang. Merasa belum Puas, Muiz kemudian nyantri di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga tercatat sebagai Sarjana Theologi Islam pada tahun 2009. Kini, sembari bermimpi tentang cita-citanya, Muiz melanjutkan Study Pasca Sarjana, Muiz juga ikut rawa riwi sebagai staff pengajar di Ma'had Aly Al-Hikam as-Salafiyyah.
Kang muiz, demikian sosok ini akrab di sapa, dikenal sebagai kader muda NU yang progresif. Berbagai kegiatan akademik seperti seminar, diskusi dll. Sering dia terlibat. Bahkan bersama teman seangkatannya di Jurusan Perbandingan agama, kang muiz sempat mendirikan club diskusi Cires (centre for Interreligious Studies). Begitu pula bersama lima kawannya di Cirebon mendeklarasikan KSS (Komunitas Seniman Santri).
Demikianlah profil sombong. (Profil ini diambil dari salah satu tulisan Aufussyuhada dalam Jurnal Agama dan Kebudayaan diterbitkan oleh Cires).